Sabtu, 14 Mei 2016

Terapi Listrik Surabaya

PENGOBATAN ALTERNATIF sering disebut dengan
istilah pengobatan tradisional. Menurut pendapat
Organisasi Kesehatan Dunia (W.H.O) ada bareneka-
macam jenis pengobatan tradisional yang bisa
dibedakan lewat hal cara-caranya. Perbedaan ini
dijelaskan sebagai terapi yang ‘berdasarkan cara-
cara’ seperti terapi akupunkture dengan tusukan
jarim dan terapi listrik. Jenis terapi yang kedua
‘berdasarkan obat-obatan’ seperti jamu dan
pengobatan herbal. Jadi pengobatan Alternatif tidak
selalu identik dengan perdukunan.
TERAPI LISTRIK a dalah jenis Pengobatan Arternatif
yang mengunakan Media Listrik melalui sentuhan
jari penterapis. Bermanfaat untuk melenturkan urat
syaraf, melancarkan peredaran darah, melunturkan
lemak dalam darah (kolestrol), meningkatkan
vitalitas tubuh, membakar kadar gula, dan lain-lain.
Terapi ini ilmiah untuk menggantikan “jarum
akupuntur, menjadi sentuhan telapak tangan yang
mempunyai arus listrik” dalam mengobati pasien.
MANFAAT TERAPI LISTRIK
Bagi sebagian orang mungkin belum mampu
memiliki alat terapi listrik yang berteknologi
canggih, tapi jangan salah, terapi yang satu ini jauh
lebih sederhana dengan khasiat yang sama bila
dibandingkan dengan terapi listrik yang
menggunakan alat berteknologi. Pasien pun cukup
dengan duduk santai dan menikmati aliran listrik
yang mengalir pada tubuhnya. Untuk sekali
berkunjung, terapi hanya memakan waktu maksimal
tiga puluh menit. Terapi ini murni aman untuk
digunakan oleh manusia. Terapi ini menggunakan
kabel yang ditancapkan langsung ke listrik PLN 220
volt dan disalurkan ke sebuah konduktor. Terapis
akan menyentuh konduktor itu. Dengan kemampuan
individunya, terapis menyalurkan energi listrik yang
aman dan dapat diterima oleh tubuh manusia.
Jangan takut apabila energi listrik yang disalurkan
terlalu menyengat, karena terapis dengan
mudahnya dapat meregulasi atau menaik-turunkan
kadar listrik yang mengalir ke pasien. Cara kerja
terapi ini bagi tubuh manusia adalah dengan
menyeimbangkan ion-ion yang ada di tubuh
manusia.
Energi yang dihasilkan oleh tubuh kita akan menjadi
seimbang bila terdiri dari 80% ion-ion negatif dan
20% ion-ion positif. Gaya hidup yang tidak sehat
dan tingkat stress yang tinggi mempermudah
datangnya ion-ion positif dalam tubuh kita. Ion-ion
positif ini bila tidak dikurangi jumlahnya tentunya
akan merusak keseimbangan dan berujung pada
menurunnya kondisi kesehatan kita. Tubuh kita
akan lebih cepat memproduksi ion negatif bila diberi
stimulus. Jadi, cara kerja terapi listrik adalah
mempengaruhi tubuh kita supaya dapat lebih cepat
memproduksi ion-ion negatif yang dapat melawan
pengaruh buruk dari ion positif. Ion negatif yang
cukup akan mengaktifkan sel tubuh, meningkatkan
metabolisme, mengaktifkan kerja enzim-enzim
pada tubuh dan juga bermanfaat dalam proses
detoksifikasi zat-zat tidak berguna dalam tubuh.
Terapi ini terbukti sangat bermanfaat bagi manusia.
Tidak hanya untuk mempertahankan kesehatan,
tapi juga mengobati penyakit yang diderita. Dengan
dibantu pijatan-pijatan kecil yang dilakukan
penterapis, terapi ini dapat melancarkan peredaran
darah di tubuh pasien. Banyak penyakit yang
berhasil diobati dengan terapi ini terutama penyakit-
penyakit yang berhubungan dengan urat syaraf
seperti vertigo, migrain, dan stroke. Selain itu,
kesemutan, asma dan rematik juga dapat
disembuhkan.
Penderita insomnia pun bisa bernafas lega karena
dapat terapi ini juga dapat membantu memperbaiki
lamanya waktu tidur. Kelelahan dan stress juga
dapat dikurangi sehingga menimbulkan rasa rileks
yang sekaligus melepaskan hormon endorfin yang
berguna untuk menghasilkan perasaan senang,
santai, dan nyaman. Tak disangka bila kelistrikan
memegang peranan penting di dunia kedokteran.
Dalam bidang kedokteran, kelistrikan memiliki dua
aspek yaitu listrik dan magnet yang timbul di dalam
tubuh manusia dan bagaimana penggunaannya
pada permukaan tubuh manusia. Biolistrik
berkembang sejak tahun 1780. Waktu itu, kelistrikan
pada tubuh hewan dipelajari oleh Luigi Galvani dan
pada tahun 1786 dia memberikan kesimpulan atas
hasil eksperimennya terhadap seekor katak. Kedua
kaki katak terangkat ketika diberi aliran listrik
melalui sebuah konduktor. Pengetahuan mengenai
gelombang arus listrik ini ternyata penting karena
sangat berkaitan erat dengan penggunaan arus
listrik untuk merangsang syaraf motorik dan syaraf
sensorik.
INTI TERAPI LISTRIK ada lah untuk melancarkan
peredaran darah, mengaktifkan ion-ion dalam tubuh,
dan memperbaiki kulitas darah. Satu kali sesi
pengobatan hanya berlangsung 30 menit. Selama itu
pentrapis akan mengalirkan listrik di sekujur tubuh
pasien, melalui simpul-simpul syaraf di tangan,
kaki, kepala, punggung, atau leher dan sebagainya.
Ibaratnya jika akupuntur dalam mengobati pasien
menggunakan sebuah jarum, namun bagi seorang
penerapis terapi listrik, jarum yang menakutkan
cukup diganti dengan sentuhan jari tangan yang
mampu memancarkan gelombang arus listrik
terukur, dan tidak berbahaya bagi pasien.
UJI ILMIAH MENGENAI TERAPI LISTRIK :
Terapi listrik ini sudah diuji coba secara ilmiah
diberbagai tempat. Hasil penelitian menunjukkan
listrik mengandung ion, medan magnet, dan laser
yang bermanfaat bagi tubuh. Medan magnet
berperan dalam mendeteksi, merelaksasi, dan
melenturkan pembuluh darah.
Insya Allah terapi ini dapat mengobati berbagai
penyakit, antara lain :
Melancarkan sirkulasi darah di dalam seluruh
tubuh.
Menjaga kesehatan agar tetap prima.
Membantu mengurangi rasa sakit dan kelelahan.
Melancarkan produksi hormon endorfin yang
berfungsi untuk relaksasi tubuh.
Mengurangi beban yang di timbulkan akibat stres.
Menyehatkan dan menyeimbangkan kerja organ-
organ tubuh.
Menyingkirkan toksin atau racun dalam tubuh.
Kekuatan dan kelenturan pikiran,tubuh dan emosi
bisa di tingkatkan.
Rekturisasi tulang,otot dan organ dapat di bantu.
Tidur bisa lebih nyenyak dan puas.
Terapi listrik juga dapat meningkatkan vitalitas
tubuh dan membantu penyembuhan penyakit
seperti :
Stroke dini
Kelumpuhan
Darah tinggi
Diabetes
Maag
Obesitas
Vertigo
Rematik
Asam urat,
Reumatik
Saraf kejepit,
badan pegal,
letih
lesu.
Lelah
kesemutan
keringat dingin
Keturunan (lemah Syahwat)
kurang perkasa
Ambeyen
Dan lain-lain